Bioteknologi Aliran Sungai

Publish by Humas  |  08 April 2022

all

UKRIDA menjadi tuan rumah penyelenggara webinar Challenges in Protecting Water Catchment Areas - Indonesian Case Study

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan yang suatu saat bisa menjadi langka jika tidak dilestarikan. Timbulnya berbagai permasalahan untuk mendapatkan air yang layak dikonsumsi menjadi tantangan bagi masyarakat agar air tidak menjadi aset yang langka. Dr. Ir. Raymond Valiant Ruritan, S.T., M.T. (Presiden Direktur Jasa Tirta I Public Corporation) memaparkan pentingnya melindungi dan menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS).

Webinar dibuka Dr. Sukma Rani Moerkardjono, M.Si., Psikolog (UKRIDA). Anastasia Wardaningrum, S.T., M.T. (CKNet Indonesia) dan Bella Koes Paulina C., S.T., M.Eng. (Universitas Pradita) yang memandu webinar ini sebagai moderator. Dr.Eng. Ir. Rita Tahir Lopa, M.T. PU-SDA (Universitas Hassanudin), Toha Saleh, S.T., M.Sc. (Universitas Indonesia), Rachmat Taufick Hardi S.T., MRP (Universitas Pradita/PT Summarecon) dan David Saputra, B.E.(Hons), BCS, M.M. (Maccaferri Indonesia), mengupas cara menanggulangi berbagai permasalahan yang terjadi di sungai-sungai Indonesia dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, berbagai inovasi dikembangkan dengan teknologi yang ramah lingkungan. 

Di daerah aliran sungai seringkali timbul permasalahan, seperti pengendapan sedimen sungai, perubahan penggunaan lahan, penggundulan hutan dan polusi air. Hal ini menyebabkan terjadinya luapan air sungai mengakibatkan erosi di sekitarnya. Tantangan yang dihadapi adalah perlunya memperhatikan daerah aliran sungai dengan intensif, dipertegasnya peraturan daerah untuk melindungi daerah aliran sungai, dan mengembangkan teknologi untuk mencegah air dari polutan.

Bioteknologi dengan model vegetatif ini dilakukan dengan mengembangkan struktur dasar sungai dan filtrasi, serta melindungi dasar sungai dengan kekuatan destruktif penahan hujan. Saat ini telah ditemukan bioteknologi dengan akar narwastu dan Reno Mattress Plus yang menggunakan tanaman benthos. Akar narwastu memiliki efektifitas sebesar 65,851% sedangkan Rino Mattress Plus sebesar 73% dalam mengatasi erosi.

Kini industri properti membangun perumahan dengan desain yang membuat penduduk tinggal dengan nyaman berdekatan dengan alam, khususnya daerah aliran sungai. Cara ini dilakukan sebagai penampungan air dan pengendali banjir.