09 Desember 2021

Pelatihan Bagi Pendamping Pasien Kanker

Publish by Humas

Pelatihan bagi pendamping pasien kanker dimana peserta seminar ini berasal dari berbagai kalangan yaitu pasien kanker, pendamping kanker maupun masyarakat umum. Seminar ini diisi oleh Ibu Meylona Verawaty Zendrato, M. Kep., Suci Rahmawati dan Veronika Fernanda Dua Hiko serta dimoderatori oleh Abigail Br Barus. Dalam mendampingi pasien kanker pastinya setiap pasien memiliki kebutuhannya tersendiri untuk mencapai tingkat kesejahteraannya. Manusia sebagai makhluk holistik yang kompleks. Manusia sebagai makhluk biologis yang tersusun atas sistem organ tubuh, psikologis yang dilihat dari kepribadian dan tingkah laku sebagai manifestasi kejiwaan dan kemampuan berpikir, makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sekitarnya dan makhluk spiritual yang memiliki keyakinan adanya kekuatan yang di atas kehendak manusia. Berdasarkan hirarki Maslow manusia memiliki kebutuhannya tersendiri seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, rasa cinta, kasih sayang dan saling memiliki dan dimiliki, harga diri, mendapatkan aktualisasi diri. Sebagai pendamping pasien dari caregiver, keluarga maupun tenaga kesehatan dapat memilih untuk mengasihi mereka di sisa waktu yang ada dengan menebarkan kebaikan. 

Pemenuhan nutrisi dan rasa aman pada pasien juga perlu diperhatikan untuk mendukung pasien dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dalam hidupnya.

Selain itu, pasien kanker juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan cukup meskipun pasien merasa cemas dan merasakan hal yang berbeda yang terjadi dalam hidupnya. Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, keluarga memiliki peran sangat penting untuk memotivasi dan meningkatkan semangat hidup penderita kanker dengan pemberian informasi maupun nasehat dan petunjuk dan pemenuhan dalam intake makanan, nutrisi serta pakaian. Ketika memberi makan pasien perlu diperhatikan dari posisi duduk, reflek menelan yang dilihat dalam kendala menelan makanan dan kebersihan mulut pasien. Takaran jumlah sendok makan maupun porsi makan pasien pun perlu dicatat ketika melakukan tindakan terhadap pasien. Sebagai pendamping pasien perlu juga untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi dengan meningkatkan kemampuan dan kemandirian pasien dalam menjalankan fungsi kehidupan seperti pasien perlu melakukan perawatan dirinya sehari-hari. Langkah ini memiliki efek samping terhadap perubahan pasien melalui perubahan fisik, kognitif (mental) dan emosional. Masalah yang terjadi dalam pasien beraktivitas yaitu atrofi otot (pengecilan otot), kontraktur (berkurangnya kelenturan sendi) dan nekrosis (penurunan regenerasi otot). Hal ini dapat dicegah dengan pengaturan posisi pasien agar tidak terjadi cedera, latihan sendi untuk kekuatan otot dan sendi lebih leluasa. Sebagai pendamping pasien kanker bukanlah hanya dukungan secara psikologis melainkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dalam beraktivitas sebagai bentuk kebutuhan dasar. Pemenuhan nutrisi dan rasa aman pasien juga perlu diperhatikan untuk mendukung pasien dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dalam hidupnya.

(C) Marketing-PR/Windy Nathasya 

Tags:

all kedokteran optometri keperawatan