17 Januari 2021

Sosialisasi Program Gerakan Pandai oleh Biro Bebras UKRIDA

Publish by Informatika

Program Studi Informatika UKRIDA bekerja sama dengan Bebras Indonesia menyelenggarakan program Gerakan PANDAI (Pengajar Era Digital) yang merupakan Pelatihan Guru untuk Computational Thinking. Penandatanganan MoU oleh kedua pihak sudah dilakukan pada 21 September 2020.

Menindaklanjuti MoU tersebut maka pada 16 Januari 2021, Biro Bebras UKRIDA telah melakukan sosialisasi awal kegiatan. Sosialisasi berlangsung secara daring dan diikuti oleh 182 guru dari berbagai daerah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bandar Lampung, Metro, Bogor, Cibubur, Cicurug, Palangkaraya, Palembang, Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Rengasdengklok, Sukabumi, Bandung, Bekasi, dan Purworejo.

Sosialisasi dimulai pada pukul 10.00 wib dan sebagai pemateri adalah Rita Wiryasaputra, M.Cs (Dosen Program Studi Informatika UKRIDA). Materi yang disampaikan pada sosialiasi ini meliputi pengenalan BeBras, penjelasan terkait program Gerakan PANDAI, target peserta hingga Bebras challenge. Hasil dari sosialisasi ini nantinya akan dilanjutkan dengan Pelatihan Guru PANDAI yang dijadwalkan berlangsung di bulan Februari dan Maret 2021 mendatang.

Gerakan PANDAI merupakan program yang diselenggarakan oleh Bebras Indonesia dan disponsori oleh Google.org

Gerakan PANDAI merupakan program yang diselenggarakan oleh Bebras Indonesia dengan disponsori oleh Google.org dan mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tujuan dari program ini adalah mengenalkan dan melatih computational thinking kepada siswa di seluruh Indonesia sehingga Peserta didik diajarkan untuk menjadi problem solver dengan atau tanpa menggunakan teknologi. Computational thinking adalah proses berpikir dalam memformulasikan masalah dan solusinya. Komunitas Bebras Indonesia adalah perhimpunan perguruan tinggi/ institusi/perusahaan/asosiasi yang bertujuan untuk memajukan computational thinking, dan mengadakan bahan belajar dan kegiatan-kegiatan edukatif bertema computational thinking untuk siswa Indonesia.

Pemerintah Indonesia mencanangkan pentingnya penguasaan  6C  (Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication, Computational Thinking and Compassion)  ditumbuhkan sejak usia dini, agar pada usia kerja, SDM Indonesia sudah berbudaya digital, apapun profesinya.

Tags:

all informatika