14 Desember 2020

Belajar Membuat Mindmapping Agar Belajar Menjadi Menarik

Publish by Humas

Perkuliahan dan pembelajaran jarak jauh selama pandemi yang hampir setahun ini membuat pelajar dan mahasiswa sulit untuk memahami materi yang disampaikan, terlebih banyaknya buku dan sumber bacaan. Ada berbagai cara yang dapat memudahkan mahasiswa dan pelajar belajar di situasi ini. Salah satunya dengan membuat Mind Mapping.

Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan Online Workshop Mind Mapping melalui platform zoom. Mind Mapping merupakan salah satu cara untuk memetakan pikiran dan menyederhanakan banyak informasi yang didapat secara sistematis dan berwarna sehingga mudah dipahami. Hadir Narasumber Dr. Amelia Makmur S.T.,M.T yang seorang fasilitator mindmap  yang bersertifikat dari Buzan UK.  

Tony Buzan adalah seorang penulis, pendidik, intelijen, dan penasihat. Penghargaan yang pernah dicapai Tony Buzan seperti  speed reading, mind map, brain trustcharlet, championships memory, dan world memory. Buzan membuat software seperi imindmap dan friendly brain. Tony Buzan mencari tahu bagaimana cara belajar teman sekitarnya melalui catatan teman-temannya, kemudian beliau menemukan dengan menggunakan gambar untuk menggabungkan kemampuan otak kanan dan otak kiri.  Menurut Buzan, 20 menit pertama harus dibuat menarik agar kita tidak bosan dengan materi yang disampaikan.  Proses berfikir dari input ke proses selanjutnya ke output. Input berasal dari saat kita belajar, proses berasal dari berfikir, dan output adalah memori. Selain itu bagaimana kita mengolah dan menyimpan dari proses-proses sebelumnya, tahap dari output. Pemikiran inti dari proses tersebut berasal dari mengelompokkan, menganalisa, kreatif, dan kritis. Mengelompokkan dapat berasal dari membandingkan, mengelompokkan, mengurutkan, dan mengenaralisasi. Menganalisa dapat berasal dari persial, hubungan kelompok, dan pola urutan. Kreatif dapat berasal dari mencipta, merancang, dan generatif. Kreatif itu adalah ide bebas yang terbebas, Kritis dapat berasal dari analisis, evaluative, dan selektif. Lalu pada workshop ini juga mengajak para peserta untuk memahami fungsi dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan lebih berperan untuk proses intuitif dan visual, seperti warna, mimpi, dan imajinasi, sedangkan otak kiri lebih berperan dalam proses secara logika dan dalam berbahasa, seperti analisa, menghitung, dan mendata. Apabila kedua otak kanan dan otak kiri berkerja secara seimbang akan menyebabkan sinergisitas sehingga pemahamanan yang kita dapatkan bisa menjadi lebih baik. Mindmap dapat dimulai dari summarizing, learning, thinking, planning, writing, dan presenting. Mindmap ini membantu kita untuk menyedarhanakan harmoni otak kita agar mengabdosi dengan cepat, meningkatkan kreativitas, mampu mengkategorikan ide menarik, memudahkan menghafal, membuat pembelajaran menarik, dan memudahkan membagi ide dan motivasi ke orang lain.

Pada kesempatan workshop ini, narasumber melatih membuat mindmap yang sederhana dengan membuat mindmap .Pusat itu adalah judul, tema, topik,atau apapun yang akan dibahas dengan posisi ditengah mengarahkan fokus akan topik yang dibahas, selajutnya dipelajari, dianalisa atau dicarikan solusinya. Pusat yang baik adalah mengandung dua unsur yaitu gambar dan tulisan. Berikutnya adalah kategori, kategori ini adalah kelanjutan pembahasan dari judul. Kategori ini merupakan bagian pengelompokkan dari materi yang akan dibahas seperti sub-topik,sub tema, dan sebagainya. Jika tidak tahu apa yang akan dibahas dapat menggunakan 5W+1H yaitu what, where,when, who, why, dan how. Langkah selanjutnya membuat hirarki yaitu merupakan informasi detail dari mindmap.

(C) Marketing-PR/Brigitta Vania/Desember

Tags:

all