24 Agustus 2020

UKRIDA Berubah dan Bersesuai

Publish by Humas

Pandemi Covid-19, sejak awal tahun 2020 menjungkirbalikkan kehidupan manusia, terutama proses belajar mengajar di perguruan tinggi, yang menjadi perhatian tulisan ini, berubah total. Dulunya perkuliahan di kelas yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa secara fisik, tetapi sekarang kelas ada di dunia maya, karena proses belajar mengajar diselenggarakan dalam jaringan (daring). Sebelumnya mahasiswa menghadap dosen untuk bimbingan akademik terutama tentang skripsi.  Biasanya mereka menghadap dan ingin berdiskusi secara lisan, yang walaupun hasilnya juga hanya menguap di udara. Sekarang, mau tidak mau mahasiswa menulis dahulu naskahnya dan dikirim melalui surat elektronik (surel). Mereka mulai aktif berselancar di dunia maya yang sangat kaya tersedia untuk memperoleh bahan acuan dalam skripsinya. Suatu perubahan yang menggembirakan.

Sebagai konsekuensinya yang jelas harus berubah adalah cara belajar mengajar. Dosen perlu sangat kreatif dalam menyampaikan bahan ajar dan cara mengajar dengan menggunakan berbagai media, supaya mahasiswa tertarik mengikuti kuliah daring. Selain itu para dosen tersebut perlu meningkatkan pengetahuan tentang menggunakan sarana digital. Bahan ajar direkam sebelumnya dan diunggah melalui sistem pengelolaan pembelajaran yang sama, sehingga mahasiswa dapat mengunduh kapan saja. Mereka juga dapat mengulangi kuliah yang telah tersimpan di situ.

Apabila dulu dosen merupakan sumber pengetahuan dan punya kebebasan mimbar mutlak, sekarang kebenaran dapat diperoleh dari mana saja. Kemungkinan besar mahasiswa sudah punya bahan pemikiran karena membaca lebih awal dan cepat daripada dosennya. Saat ini dosen berperan sebagai pendamping belajar mahasiswa, walaupun sesungguhnya dosen tetap punya kebebasan mimbar asalkan secara aktif memenuhi tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasilnya terbit di jurnal terpercaya sekaligus terbit buku istimewa yang ditulisnya.

Sekarang, tugas dosen memberikan umpan balik dan sumber terpercaya untuk berdiskusi. Bisa juga dosen menjadi mentor atau pelatih, sedangkan mahasiswa jadi menti dan linatih. Untuk berubah seperti itu, paradigma pembelajaran menjadi berubah. Dulu dosen sebagai pusat pengajaran, sekarang proses belajar mengajar berpusat pada mahasiswa. Dosen perlu sangat aktif menyiapkan bahan ajar dan cara mengajar di kelas mayanya.

Selain proses belajar mengajar, ilmu pengetahuan yang berkembang di UKRIDA juga perlu berubah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Ada lima fakultas di UKRIDA yakni, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), dan terbaru Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH). Ada empat belas program studi (prodi). FEB terdiri dari prodi Sarjana (S1) Manajemen, Akuntansi, dan Magister Manajemen (MM). FKIK terdiri dari prodi Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, Keperawatan, dan Optometri. FPsi baru ada prodi S1 Psikologi dan sedang menyiapkan prodi Magister Sains Psikologi sebagai Ilmu Pengetahuan Perilaku Lintas Disiplin. FTIK terdiri atas prodi Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Sipil, Informatika, dan Sistem Informasi. FISH baru ada prodi Sastra Inggris.

Berbagai disiplin ilmu yang tersedia di UKRIDA, memungkinkan perkembangan penelitian mono, multi, lintas, dan transdisiplin yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). Sudah ada pusat-pusat penelitian di LPPM yang menuju pada ilmu pengetahuan baru. Pusat penelitian unggulan yang dibentuk oleh UKRIDA sesuai kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, yaitu Center for Knowledge Management and Collaborative Innovation (KEMCI), Center for Optimization System and Machine Learning (COSMAL), Center for Enzyme Research in Health and Disease (CeRIH), Research Center for Jamu and Herbal Medicine (RCJHM), Center for Computational Biology and Bioinformatic (C2B2), Center for Carrier Development. Melalui roda pusat-pusat penelitian ini diharapkan bergulir banyak riset yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.

Salah satu visi UKRIDA adalah pencapaian ilmu pengetahuan yang lebih maju dan dapat berkiprah secara nasional dan internasional. Dengan adanya 5 fakultas, 14 prodi, dan berbagai pusat penelitian, dapat berkembang program studi lintas disiplin baik di jenjang S1 maupun S2. Salah satunya yang sedang digodog yaitu prodi magister sains psikologi sebagai ilmu pengetahuan perilaku lintas disiplin. Sejak tahun 2017 sudah terbentuk tim lintas disiplin psikologi dan teknik industri. Minat utama magister sains psikologi akan terpadu menjadi Teknologi Perilaku yang dapat mengakomodasi pengembangan sistem pengelolaan perilaku di bidang industri-organisasi, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, yang sudah lama disiapkan adalah Ilmu Pengetahuan Rekayasa Bio-Medis (Biomedical Engineering).

Saat ini UKRIDA sedang menuju pada Kampus Merdeka, sehingga prodi lintas disiplin sesuai dengan sistem pendidikan terbaru di Indonesia dan dunia global. Pandemi Covid-19 selain menjadi sumber krisis kehidupan manusia, juga memberi peluang besar untuk berubah dan bersesuai. Kemungkinan besar proses belajar mengajar daring di UKRIDA tetap berlaku, meskipun pandemi sudah berlalu. Kegiatan daring dimaksud untuk mengantisipasi kemajuan teknologi yang berkembang pesat.

UKRIDA sudah mempunyai program S1 lintas disiplin biomedical engineering yang merupakan minat di prodi teknik elektro. Program S2 nya dapat dilanjutkan ke Chongqing University, salah satu universitas di Republik Rakyat China (RRC) yang telah menawarkan kerjasama. Prodi lintas disiplin lain yang kemungkinan besar menarik minat calon mahasiswa milenial segera menyusul.

Secara mono disiplin, prodi profesi dokter dan magister manajemen sudah lama ada. Di masa depan akan dibuka program profesi lainnya setelah para dosen yang sedang mengambil program doktor kembali ke kampus. UKRIDA berubah dan bersesuai dengan tuntutan zaman menjadi mutlak.

 

Tags:

all