14 Mei 2020

Pembagian Sembako Klub Samaritan: Meringankan Beban Sesama

Publish by Humas

Perumpamaan Orang Samaria Baik Hati menampar orang-orang yang secara status menyandang identitas ‘rohaniwan’. Celakanya, mereka menutup mata (hati) terhadap sesamanya. Seorang Imam dan seorang Lewi ‘tidak mau tahu’ terhadap seseorang yang menderita karena dirampok dan disiksa di dalam sebuah perjalanan. Ironisnya, seorang Samaria yang dianggap kafir dan hina oleh orang Yahudi justru hadir, membalut lukanya, membawanya ke penginapan, dan merelakan uangnya untuk pembiayaannya.

UKRIDA sebagai universitas yang menyandang identitas ‘rohani’ atau Kristen tidak  ingin meneladani sikap Imam dan seorang Lewi dari bacaan diatas dalam menyikapi akibat pademi COVID-19. Hal ini diwujud nyatakan melalui Klub Samaritan yang berdiri di awal tahun 2020. Klub Samaritan saat ini beranggotakan 10 mahasiswa yang dikoordinir langsung oleh Unit Pengembangan Karakter. Semangat pendirian klub ini adalah sebuah jembatan menjadi sesama (Ukridian) yang kurang beruntung, khususnya sekarang karena dampak Pandemi Covid-19.

UKRIDA melalui klub Samaritan hadir dengan menyediakan kebutuhan sembako bagi para mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok akibat dari pandemi Covid-19

UKRIDA menyadari ada banyak orang tua mahasiswa yang kesulitan memenuhi uang bulanan mahasiswa karena  di PHK atau kehilangan pekerjaan karena covid-19. Ada banyak mahasiswa kelas karyawan yang harus kehilangan pekerjaan dan sedang dalam kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itulah melalui Klub Samaritan, UKRIDA hadir dengan menyediakan kebutuhan sembako bagi para mahasiswa yang sedang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Kebutuhan pokok yang diberikan berupa beras, minyak goreng, makanan kaleng, mie instan dan garam. Saat ini sudah ada 34 mahasiswa yang menerima bantuan dan akan terus berlanjut. Kami menyadari, ini masih sangat sedikit. Tapi setidaknya melalui ini, UKRIDA hadir menjadi sesama. Setidaknya beban mereka diringankan.

Klub Samaritan menyadari bantuan sembako yang diberikan tidaklah seberapa. Namun semangat Perumpamaan Orang Samaria Baik Hati ingin ditularkan kepada seluruh Ukridian. Jangan sampai respon seorang Imam dan Seorang Lewi kita ulangi kembali dengan menutup mata (hati) dan kita hanya memperhatikan kepentingan sendiri. Saatnya kita membuka ‘dompet’.  Lihat sesama kita yang membutuhkan. Dan hadir-lah menjadi sesama bagi mereka yang sedang berbeban berat. Selamat Berbagi. (PPA).

Tags:

all