25 Februari 2019

Program Studi Sarjana Terapan Optometri UKRIDA, Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Publish by Humas

Sudah tahukah kamu apa dan bagaimana pentingnya program studi Optometri?

Di zaman yang semakin maju saat ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat dan tidak dapat dihindari, bahkan saat ini kehidupan kita sangat bergantung pada teknologi. Tanpa kita sadari penggunaan teknologi yang terus-menerus kita gunakan membuat mata mudah dan rentan mengalami kerusakan.

Disinilah peran optometris sangatlah penting. Optometris dapat membantu memahami masalah penglihatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lebih baik melalui penglihatan yang lebih baik.

Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya.

Optometri juga menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mendidik masyarakat tentang kesehatan mata, dan memberikan solusi atas berbagai keluhan terkait masalah penglihatan, khususnya karena kelainan refraksi mata yang memerlukan koreksi. Optometri merupakan filter pertama dalam pemeriksaan kesehatan mata sebelum pasien dirujuk ke Opthalmologis.

Daftarkan dirimu segera di Optometri UKRIDA, bergabung menjadi pemimpin untuk masa depan dan kesehatan yang lebih baik! UKRIDA, take the lead!

Sarjana Optometris memiliki wewenang untuk memeriksa ketajaman penglihatan seseorang secara teratur, memeriksa masalah kesehatan mata atau gangguan pengelihatan seperti kondisi mata rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme, serta memperbaiki dan merehabilitasi kelainan refraksi dengan meresepkan kacamata dan lensa kontak. Optometris juga dapat mendiagnosa beberapa kondisi seperti glaukoma, konjungtivitis dan retinopati diabetik.

Seorang Optomteri dapat merujuk pasien ke dokter spesialis mata jika seorang pasien dicurigai memiliki penyakit mata. Selain itu, Optometris dilatih memahami secara mendalam berbagai macam instrumen yang berkaitan dengan penyakit mata dan perkembangan terkini dari peralatan tersebut serta semua kemampuan yang dimiliki oleh refraksionis-optisien.

Menurut Global Vision Impairment Data 2015 (WHO), >75% dari gangguan kesehatan mata sebenarnya dapat dicegah. Kerugian negara akibat kebutaan dan gangguan penglihatan akan sangat besar, karena seorang penderita menjadi tidak produktif.

Perlu kita ketahui, bahwa di dunia ada 3 jenjang/jenis tenaga kesehatan mata, yaitu: dokter mata, optometris dan refrakto-optisi, saat ini di Indonesia, belum ada lulusan optometris. Pada kenyataannya kebutuhan akan sarjana terapan optometri sangat dibutuhkan untuk sekarang ataupun di masa yang akan datang. Berangkat dari fenomena tersebut UKRIDA membuka program studi terbarunya yaitu Optometri dalam kegiatan pembelajaran.

Berdiri di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, program studi sarjana terapan Optometri merupakan program strata-1 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Sehingga dapat dibayangkan seberapa besar peluang pekerjaan yang ada pada bidang tersebut dibandingkan dengan program studi lainnya.

Tags:

all optometri