Dua Mahasiswa Ukrida Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026

Publish by Humas  |  12 Oktober 2026  |  19

fakultas-teknologi-cerdas

Dua mahasiswa Program Studi Komputasi dan Sistem Cerdas (Informatika) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Davidson Rafael Krisman Nugroho dan Michael Tandeas, terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Indonesia.

Dua mahasiswa Program Studi Komputasi dan Sistem Cerdas (Informatika) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Davidson Rafael Krisman Nugroho dan Michael Tandeas, terpilih sebagai Google Student Ambassador Indonesia 2026 . Keduanya membawa gagasan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu mahasiswa dalam aktivitas akademik, mendorong kreativitas, serta membangun kolaborasi dan solusi bagi kebutuhan nyata.

Davidson Rafael Krisman Nugroho, mahasiswa Informatika semester 5 yang memanfaatkan NotebookLM untuk belajar, yang meyakini bahwa teknologi paling bermanfaat ketika mampu menyelesaikan masalah sehari-hari. Sebagai kandidat Google Student Ambassador, ia menggagas program "SKS (Sistem Kebut Santoi) with Google" sebelum masa ujian, di mana mahasiswa secara interaktif menggunakan NotebookLM dan Google AI untuk memahami materi, berlatih menyusun prompt, memeriksa hasil AI, serta menjelaskan kembali pemahamannya kepada rekan sejawat secara bertanggung jawab.

"Saya ingin mendorong perubahan dari sekedar pengguna menjadi pencipta. Di kampus, saya ingin mahasiswa menggunakan Google AI bukan hanya untuk mencari jawaban, tapi untuk memahami materi, bereksperimen, dan membangun sesuatu." Ujarnya

Davidson juga menerapkan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata melalui pengembangan AI Assistant yang membantu mengelola pesanan nasi goreng melalui percakapan chat dengan format yang beragam. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa teknologi seharusnya dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.

Sementara itu, Michael Tandeas, mahasiswa Informatika semester 5, memanfaatkan Google Gemini dan Anti-Gravity (AI Coding Assistant) untuk mendukung studinya. Ia ingin mengenalkan Google AI secara inklusif kepada mahasiswa lintas jurusan. Alih-alih melakukan presentasi formal, Michael mengusulkan kegiatan interaktif yang mengajak peserta langsung mengeksplorasi dan bereksperimen dengan teknologi tersebut untuk melihat karya apa saja yang dapat diciptakan.

"Masalah yang besar itu atau tujuan yang ingin kita capai, kita pisah-pisah jadi bagian yang lebih kecil dan dapat dikelola ”Ujar Michael. Dalam menghadapi proyek kompleks seperti pembuatan aplikasi dari nol, Michael menerapkan metode first-principle thinking dengan memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Ketika tahap pertama selesai, dia lanjut ke tahap berikutnya. Proses ini membantu meringankan beban mental dan progres kerja terlihat lebih nyata.

Baik Davidson maupun Michael membawa visi inspiratif dalam perannya; Davidson berkomitmen mendorong mahasiswa bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi pencipta, sementara Michael bertekad menjadi jembatan yang menghubungkan kebermanfaatan teknologi Google dengan komunitas di sekitarnya.

Terpilihnya Davidson dan Michael sebagai Google Student Ambassador 2026 Indonesia menunjukkan kontribusi mahasiswa Ukrida dalam mendorong pemanfaatan teknologi AI secara kreatif dan bertanggung jawab. Melalui peran tersebut, keduanya diharapkan dapat membantu memperluas pemahaman mahasiswa terhadap AI sekaligus mendorong penggunaan teknologi untuk pembelajaran, penciptaan solusi, dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata.

 

Angelicya Theophila Duarta -712023016