Pelatihan Bahasa Isyarat: Membangun Ekosistem Kampus Inklusi: Mengenal Budaya Tuli dan Bahasa Isyarat

Publish by Humas  |  09 Oktober 2026  |  5

all

ULD Ukrida menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat pada 5 Oktober 2026 untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya Tuli dan mendukung terciptanya kampus yang inklusif

Demi meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ukrida menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bahasa Isyarat bertemakan “Membangun Ekosistem Kampus Inklusi: Mengenal Budaya Tuli dan Bahasa Isyarat” pada tanggal 5 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 32 peserta.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kezia Imelda Margaritha Hitipeuw dari Program Studi Teknik Sipil angkatan 2023 dan Agnes Geertuida Salma Siahaya dari Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai budaya tuli serta memperkenalkan bahasa isyarat sebagai salah satu bentuk komunikasi demi terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan dengan berbagai kosakata dasar dalam bahasa isyarat yang umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Beberapa kosakata yang dipelajari antara lain “selamat pagi”, “terima kasih”, dan “apa kabar?”. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teori, tetapi juga disertai dengan praktek secara langsung sehingga peserta dapat mengikuti dan mencoba gerakan bahasa isyarat yang telah diperagakan oleh narasumber.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek perkenalan menggunakan bahasa isyarat. Beberapa perwakilan peserta turut mempraktekkan materi yang telah dipelajari, diantaranya ada dr. Theresia Citraningtyas, MWH., Ph.D., Sp.KJ., Dr. Ir. Oki Sunardi, S.T., M.M., IPM, ASEAN Eng., Ns. Dame Elysabeth T. A. Tarihoran, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph. D, dan Budi Partogi Silaban, S.Pd., M.M. Mereka diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri menggunakan bahasa isyarat dengan mengikuti contoh dan arahan dari narasumber. Praktek secara langsung dilakukan agar peserta dapat lebih memahami penggunaan bahasa isyarat dalam situasi komunikasi sehari-hari.

Setelah sesi praktek perkenalan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi games yang bertujuan untuk menguji pemahaman peserta terhadap kosakata yang telah dipelajari sekaligus membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif. Dalam sesi ini, para peserta mempraktekkan beberapa ungkapan sederhana dalam bahasa isyarat, seperti “saya mau minta maaf”, “saya mau ke toilet”, dan “saya mau ke perpustakaan”.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para peserta mengenai budaya tuli dan memiliki pengetahuan dasar bahasa isyarat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung terciptanya lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi seluruh civitas akademika karena hal ini sejalan dengan salah satu nilai LEAD Ukrida yaitu Loving yang berarti menunjukkan kepedulian, empati, dan kasih yang tulus dalam pendidikan sehari-hari.

 

Alexandra Gabriela - 412023004