BAWASLU Goes to Campus: Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berintegritas, Demokrasi Kuat

Publish by Humas  |  06 Oktober 2026  |  8

all

Ukrida melalui MPM menyelenggarakan Rapat Kerja MPM Ukrida 2026 yang menjadi rangkaian kegiatan bagi mahasiswa, salah satunya sesi BAWASLU Goes to Campus bertajuk “Pendidikan Pemilih Berintegritas, Demokrasi Kuat."

Rapat Kerja Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) 2026 yang berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Auditorium Kampus 2 Ukrida, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, turut menghadirkan sesi BAWASLU Goes to Campus: “Pendidikan Pemilih Berintegritas, Demokrasi Kuat.” Sesi ini berlangsung pukul 17.23–17.53 WIB sebagai salah satu rangkaian Rapat Kerja MPM yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Sesi ini menghadirkan Ibu Fitriani, S.Pd., M.Pd., C.Med., selaku Koordinator Divisi SDMO dan DIKLAT Anggota Bawaslu Kota Jakarta Barat. Sekitar 50 perwakilan lembaga dan unit kemahasiswaan Ukrida hadir. Turut hadir dr. Theresia Citraningtyas, MWH., Ph.D., Sp.KJ., Wakil Rektor Bidang Mahasiswa, Alumni, Kerja Sama dan Kewirausahaan (WR III), serta Bpk. Yanny Yesky Mokorowu, S.Th., M.Hum., Kepala Unit Pengembangan Spiritual dan dosen Ukrida. Sesi dipandu oleh Marcel Tampubolon, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2025, dan Deborah Vemi Jonathan, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023 Ukrida.

Kegiatan ini menjadi ruang pendidikan politik bagi mahasiswa untuk memahami pemilu, hak pilih, pengawasan, dan pentingnya partisipasi dalam menjaga demokrasi yang transparan, adil, jujur, dan berintegritas. Sesi dibuka dengan doa oleh Ibu Fitriani, yang menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan keduanya ke Ukrida setelah sebelumnya sosialisasi pendidikan pemilih dilakukan di Kampus 1. Di hadapan perwakilan lembaga dan unit kemahasiswaan, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam demokrasi. “Saya yakin semua yang ada di ruangan ini adalah pemimpin, karena suaranya akan terdengar besar untuk kampus dan seluruh unit kemahasiswaan,” tuturnya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada peran Bawaslu dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu. Menurut Ibu Fitriani, pendidikan pemilih merupakan fondasi agar masyarakat memahami hak dan tanggung jawab politiknya. Ia juga mengaitkan demokrasi dengan pendidikan kewarganegaraan dan Pancasila. Ibu Fitriani mengingatkan peserta mengenai asas Luber Jurdil, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. “Pemilihan suara ini bersifat rahasia,” tegasnya. Mahasiswa juga didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas dan tidak hanya mengikuti popularitas. “Mahasiswa harus mengenal calon politiknya dan memastikan informasi yang diberikan akurat,” jelas Ibu Fitriani. Pemilih perlu memahami visi, misi, dan program kerja calon sebelum menentukan pilihan. Partisipasi mahasiswa juga tidak berhenti pada pencoblosan. Ibu Fitriani menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan pemilu sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai penggunaan ruang publik dan media informasi. “Mendukung bukan berarti menyebarkan ujaran kebencian atau hoax,” pesannya.

Bagi Ukrida, sesi ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan di lingkungan kampus dengan praktik demokrasi di masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan politik dan demokrasi sebagai pemilih muda sekaligus bagian dari pengawasan partisipatif. Setelah sesi berakhir, Ukrida memberikan kenang-kenangan kepada Ibu Fitriani yang diserahkan oleh Bpk. Yanny Yesky Mokorowu, S.Th., M.Hum., sebagai bentuk apresiasi atas kehadirannya. Melalui sesi ini, mahasiswa Ukrida diharapkan menjadi generasi yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengawal demokrasi yang berintegritas.

 

Deborah Vemi - 712023011