Ukrida di SMAK PENABUR Kota Tangerang: Mendampingi, Bukan Mengendalikan Pilihan Karier Anak
Ukrida melalui Fakultas Psikologi menghadirkan William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., Dekan Fakultas Psikologi sekaligus Ketua Center for Career Development & Assessment (CCDA) Ukrida, sebagai narasumber Seminar Orang Tua di SMAK PENABUR Kota Tangerang pada 19 September 2026.
Ketika anak belum dapat menjawab ingin kuliah di mana atau menjadi apa, kekhawatiran orang tua sering kali muncul lebih dahulu. Namun, ketidakpastian tidak selalu berarti anak tidak serius. Bisa jadi, mereka sedang menjalani proses penting untuk mengenali diri dan menemukan arah.
Pesan tersebut menjadi inti Seminar Orang Tua “Mendampingi, Bukan Mengendalikan: Peran Orang Tua dalam Pilihan Karier Anak” di SMAK PENABUR Kota Tangerang pada 19 September 2026. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Paulus Gentur Utomo, S.S., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan menghadirkan William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., Dekan Fakultas Psikologi Ukrida, sekaligus Ketua dari Center for Career Development & Assessment (CCDA) Ukrida, sebagai narasumber. Rangkaian kegiatan dipandu oleh Elisa Theresina, S.Pd. sebagai MC, dengan doa pembuka oleh Dorkas Jami, M.Si., dan ditutup dalam doa oleh Stepanus Pitra Pragakusuma, S.Pd.
Data survei internal yang dipaparkan menunjukkan bahwa 71% siswa belum memiliki satu pilihan jurusan yang benar-benar mantap, tetapi 95% menyatakan peduli terhadap pilihan pendidikan dan pekerjaan mereka. Temuan ini mengingatkan bahwa belum mantap bukan berarti tidak peduli. Remaja mungkin masih membutuhkan pengalaman, informasi, dan ruang untuk bereksplorasi sebelum menentukan pilihan.
Oleh karena itu, orang tua diajak melihat karier lebih luas daripada sekadar jurusan atau pekerjaan. Melalui Career Wheel, perjalanan karier dipengaruhi oleh pengalaman belajar dan kehidupan, orang-orang signifikan, gaya pribadi, minat, nilai, keterampilan, hingga peluang yang tersedia. Enam tipe minat RIASEC, yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional juga dapat membantu anak mengenali kecenderungan dirinya, bukan menjadi label yang menentukan profesi yang “harus” dipilih.
Di sinilah peran orang tua perlahan bergeser, dari pengarah menjadi coach. Semakin anak bertumbuh, bantuan langsung dapat dikurangi dan tanggung jawab diberikan secara bertahap, tanpa menghilangkan kehadiran serta relasi yang aman. Memberi ruang bukan berarti membiarkan anak berjalan sendiri.
Coaching juga dimulai dari cara bertanya. Alih-alih mengatakan, “Mau pilih kedokteran, kan?”, orang tua dapat bertanya, “Apa yang menarik bagimu dari pilihan itu?” atau “Informasi apa yang masih perlu kamu cari?” Percakapan tidak diarahkan untuk memperoleh jawaban secepat mungkin, tetapi membantu anak berpikir, mengenali dirinya, dan belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, anak adalah titipan, bukan proyek orang tua. Masa depan mereka tidak selalu ditemukan melalui satu keputusan besar, tetapi dibentuk melalui percakapan kecil, kesempatan mencoba, keberanian memilih, dan kehadiran orang tua yang konsisten.
Melalui semangat “Blessed to Be a Blessing”, Fakultas Psikologi Ukrida bersama CCDA terus membawa ilmu psikologi lebih dekat dengan kebutuhan keluarga dan pendidikan. Sejalan dengan LEAD to Impact, pendampingan hari ini diharapkan menolong generasi muda bertumbuh bukan menjadi versi yang ditentukan orang lain, tetapi pribadi yang mengenali arah, bertanggung jawab atas pilihannya, dan kelak membawa dampak bagi sesama.
Eulalia Harfa - 502024013



