FTC Ukrida Gelar Stakeholder Meeting, Perkuat Sinergi dengan Dunia Industri dan Alumni
Fakultas Teknologi Cerdas (FTC) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan Stakeholder Meeting bertema “AI Across the Curriculum Initiative” pada Jumat, 25 September 2026, pukul 13.00–16.00 WIB di Mercure Hotel Grogol, Jakarta Barat.
Fakultas Teknologi Cerdas (FTC) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan Stakeholder Meeting bertema “AI Across the Curriculum Initiative” pada Jumat, 25 September 2026, pukul 13.00–16.00 WIB di Mercure Hotel Grogol, Jakarta Barat. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), komunitas profesional, serta alumni dari berbagai program studi Ukrida untuk membahas pengembangan kompetensi lulusan dan integrasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam kurikulum. Stakeholder Meeting dihadiri antara lain oleh perwakilan PT PLN (Persero), Galva Technologies, Wijaya Kusuma Contractors (WKC), Emerich, CTI Group, iCIO Community, Maxy Academy, PT ESKA LINK, serta alumni Ukrida dari berbagai program studi. Kehadiran para stakeholder memberikan perspektif langsung mengenai perkembangan kebutuhan kompetensi di dunia kerja sekaligus masukan bagi pengembangan pendidikan di lingkungan FTC.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Cerdas Ukrida, Ir. Eddy Wijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. mengingatkan pentingnya sinergi antara dunia usaha dunia industri dengan perguruan tinggi, dimana perguruan tinggi dapat menjadi bagian research and development yang dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dunia industri. Mengusung tema “AI Across the Curriculum Initiative”, kegiatan ini secara khusus membahas bagaimana perkembangan AI perlu direspons melalui penguatan kompetensi mahasiswa di berbagai bidang keilmuan. AI tidak hanya dipandang sebagai kompetensi yang relevan bagi bidang komputasi, tetapi juga sebagai teknologi yang semakin memengaruhi berbagai profesi dan bidang pekerjaan. Dalam diskusi, para stakeholder memberikan masukan mengenai kompetensi dan keterampilan yang saat ini paling dibutuhkan industri dari lulusan, serta kompetensi yang diperkirakan akan semakin penting dalam tiga hingga lima tahun mendatang. Pembahasan juga mencakup kesesuaian profil lulusan dan kompetensi yang dikembangkan saat ini dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kompetensi yang masih perlu diperkuat.
Aspek kurikulum menjadi bagian penting dalam pembahasan. Para peserta mendiskusikan mata kuliah, topik, teknologi, perangkat lunak, serta pengalaman pembelajaran yang perlu ditambahkan, diperkuat, diperbarui, maupun dikurangi agar lulusan memiliki kesiapan yang semakin baik dalam menghadapi perkembangan industri. Salah satu fokus utama kegiatan adalah merumuskan kompetensi AI inti yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa program sarjana, profesi, dan magister. Para stakeholder memberikan pandangan mengenai kemampuan yang perlu dibangun mahasiswa, mulai dari pemahaman terhadap konsep dan teknologi AI hingga kemampuan memanfaatkan AI secara relevan dalam bidang keilmuan dan profesinya masing-masing.
Diskusi selanjutnya diarahkan pada bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum program studi. Masukan dari industri menjadi penting untuk mengidentifikasi kompetensi dan penerapan AI yang perlu dikuasai mahasiswa agar pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Selain pengembangan kurikulum, Stakeholder Meeting juga membahas peluang penguatan kolaborasi antara program studi dan industri. Bentuk kerja sama yang dibahas meliputi magang, kerja praktik, capstone project, guest lecture, sertifikasi, penelitian, hingga proyek berbasis AI. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dengan pengalaman dan kebutuhan nyata di dunia profesional.
Keterlibatan alumni dari berbagai program studi juga memberikan perspektif penting dalam diskusi. Alumni dapat menjadi jembatan antara pengalaman pembelajaran di Ukrida dengan dinamika dunia kerja, sekaligus memberikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dan mengembangkan karier profesional.
Melalui AI Across the Curriculum Initiative, FTC Ukrida mendorong pengembangan pendidikan yang responsif terhadap transformasi teknologi dengan menempatkan AI sebagai salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran lintas bidang. Masukan dari industri, komunitas profesional, dan alumni selanjutnya menjadi bahan berharga bagi program studi dalam mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum serta pengalaman pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FTC Ukrida untuk membangun sinergi berkelanjutan antara akademisi, industri, dan alumni, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Ir. Eddy Wijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. - Dekan FTC




