Psikologi Ukrida Bersama Tim Charitas Melayani Penyintas Gempa Flores
Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) melalui Center for Disaster Studies Fakultas Psikologi turut merespons dampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores dengan memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 (BMKG, 2026). Hal ini menyebabkan dampak yang sangat parah bagi warga Flores, terutama di Kawasan Manggarai Timur, Manggarai, dan sebagian Manggarai Barat. Dr. Petrayuna Dian Omega, M.Psi, Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Ukrida dari Center for Disaster Studies Fakultas Psikologi Ukrida berjejaring dan bergabung dengan Keuskupan Bandung melalui Lembaga Caritas bergerak untuk merespon kondisi pasca gempa. Ia berangkat ke Flores bersama tim dokter yaitu dr. Ariantana, Sp.A dan dr.Henny pada tanggal 1 September 2026. Beliau ditempatkan di Keuskupan Labuan Bajo untuk bergabung dengan tim relawan yang sudah bekerja di sana, sedangkan kedua dokter melanjutkan perjalanan menuju Keuskupan Ruteng di Manggarai.
Tim Keuskupan Labuan Bajo berkolaborasi dengan Puskesmas setempat maupun Dinkes untuk melayani warga di beberapa pelosok Manggarai Barat. Ia bersama tim pendamping psikososial dan tim medis melayani warga di Desa Orong, Werak-Manggarai Barat yang masuk dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo. Butuh waktu sekitar tiga jam dengan jalan yang menanjak dan berkelok-kelok untuk mencapai desa ini. Tim psikososial melayani Psychological First Aid (PFA; dukungan psikologis awal) sekitar 180 anak-anak dan empat orang dewasa, sedangkan tim medis yang dipimpin dr. Ria bersama tim puskesmas setempat serta dibantu relawan seperti para suster mengobati warga dewasa maupun anak-anak. Pendampingan anak-anak berfokus pada emosi takut dan cemas yang mereka rasakan pasca gempa. Tim psikososial melayani PFA pula ratusan siswa SD Katolik Santa Angela di Labuan Bajo dengan fokus penanganan emosi cemas dan takut pasca gempa. Pendampingan juga menyasar ke siswa remaja di SMAK St. Yohanes Paulus 2 dan siswa SMP maupun SMAK Stella Maris Labuan Bajo dengan melakukan screening kesehatan mental pasca gempa dan melakukan pendampingan psikososial.
Tim relawan selanjutnya melayani Desa Pari, Wae Liang-Manggarai Barat. Pendampingan psikososial diberikan bagi sekitar 60 anak dan puluhan warga dewasa, sedangkan pengobatan medis diberikan bagi 135 warga. Selain dr. Ria, terdapat alumni Kedokteran Ukrida Angkatan 2011 yaitu dr.Alvy yang turut melayani warga berhubung beliau bertugas di Puskesmas Lengkong Cepang, Kecamatan Lembor Selatan, Kab Manggarai Barat. Selanjutnya, tim melayani di Kampung Mbore Desa Tondong Belang, Mbeliling, Kab. Manggarai Barat dengan jumlah pasien 112 dan pendampingan PFA bagi puluhan siswa maupun orang dewasa. Area yang ikut dilayani berikutnya yaitu Kampung Tebang Desa Ngancar, Lembor, Kab. Manggarai Barat dengan jumlah pasien 199 dan jumlah siswa 133 anak. Pada kesempatan selanjutnya, tim melayani Desa Benteng Suru dan Desa Golo Ruu, yang termasuk dalam Paroki Ranggu dengan jumlah pasien mencapai sekitar 200 orang dan siswa yang dilayani PFA sebanyak 205 anak.
Sebagian besar warga yang berobat mengeluh akibat psikosomatis, demikian pula siswa yang dilayani masih mudah merasa takut maupun cemas pasca gempa. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat menurunkan psikosomatis maupun emosi negatif. Kegiatan tim akan dievaluasi dan akan diikuti tindak lanjut pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Tim Center for Disaster Studies dari Psikologi Ukrida berencana untuk kembali ke Flores untuk melanjutkan pendampingan. psikososial dan memberikan psikoedukasi kebencanaan. Blessed to be a blessing!
Petrayuna Dian Omega - Dosen Fakultas Psikologi



