Membangun Jembatan HATI di Era Digital: Ukrida Ajak Fakultas Psikologi Hadirkan Parenting Workshop

Publish by Humas  |  13 Agustus 2026  |  11

all psikologi

Ukrida melalui Tim Marketing Ukrida mengajak Fakultas Psikologi Ukrida untuk mengisi kegiatan Parenting Workshop di Sekolah Mutiara Bangsa yang mengangkat tema “Membangun Jembatan HATI: Komunikasi Orang Tua dan Anak di Era Digital” pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Auditorium Sekolah Mutiara Bangsa.

Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) melalui Tim Marketing Ukrida mengajak Fakultas Psikologi Ukrida untuk mengisi kegiatan Parenting Workshop di Sekolah Mutiara Bangsa yang mengangkat tema “Membangun Jembatan HATI: Komunikasi Orang Tua dan Anak di Era Digital” pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Auditorium Sekolah Mutiara Bangsa.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi Ukrida dengan Sekolah Mutiara Bangsa dalam menghadirkan edukasi yang relevan bagi orang tua dan keluarga dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi Ukrida hadir sebagai pengisi materi melalui Bapak William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi Ukrida.

Workshop diikuti sekitar 200 orang tua siswa SMA dan SMK, sekitar 30 guru, serta jajaran pimpinan sekolah. Acara dibuka oleh Bapak Seno, Kepala SMK Mutiara Bangsa, yang menekankan pentingnya sinergi sekolah dan keluarga dalam mendampingi remaja di era digital. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Oktavia, Wakil Rektor II Bidang Operasional, Marketing, dan Keuangan Ukrida, yang hadir mewakili Pimpinan Universitas sekaligus sebagai orang tua siswa Mutiara Bangsa. Turut hadir pula Ibu Yekti, Kepala SMA Mutiara Bangsa.

Workshop dipandu oleh Bapak William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi Ukrida. Sesi dibuka dengan sebuah refleksi sederhana:

Bayangkan anak Anda telah berusia 25 tahun. Apa yang paling Anda harapkan ia kenang tentang Anda sebagai orang tuanya?”

Pertanyaan tersebut mengajak para orang tua memikirkan kembali warisan terbesar yang ingin mereka tinggalkan, yaitu kualitas hubungan dengan anak.

Teknologi Bukan Musuh, Relasi adalah Kuncinya

Dalam pemaparannya, William menjelaskan bahwa tantangan keluarga masa kini bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan technoferrence, yaitu ketika perangkat digital mengganggu kualitas interaksi dalam keluarga.

“Teknologi tidak selalu menjauhkan kita. Namun perhatian yang terpecah dapat menjauhkan hati.”

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan berkaitan dengan gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga meningkatnya stres dan kecemasan. Namun, menurut Bapak William, persoalan utamanya bukanlah teknologi.

“Pertanyaannya bukan apakah ini masalah teknologi, melainkan apakah ini masalah relasi.”

Membangun Jembatan HATI

Sebagai solusi praktis, peserta diperkenalkan dengan kerangka HATI, yaitu Hadir Sepenuh Hati, Aktif Mendengar, Tumbuh Bersama, dan Inspirasi Masa Depan.

Melalui pendekatan ini, orang tua diajak menyadari bahwa hubungan yang hangat dibangun melalui kehadiran, kemampuan mendengarkan, dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mengacu pada Attachment Theory dan Emotion Coaching, Bapak William menegaskan bahwa anak akan lebih terbuka ketika merasa aman secara emosional.

“Anak bercerita bukan karena orang tuanya selalu punya jawaban, tetapi karena ia merasa aman.”

Workshop juga memperkenalkan konsep Five Levels of Digital Maturity, yang mengajak orang tua mengubah fokus dari sekadar membatasi screen time menjadi membantu anak menggunakan teknologi secara sadar, produktif, dan bertanggung jawab.

Satu Komitmen untuk Dibawa Pulang

Sebagai penutup, setiap peserta diminta menuliskan satu keputusan kecil yang akan dilakukan bersama anak, seperti makan malam tanpa gawai, mendengarkan tanpa menyela, atau menyediakan waktu khusus untuk berbincang setiap hari.

Bapak William menutup workshop dengan sebuah pesan yang menjadi inti dari seluruh sesi:

“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, Mereka membutuhkan orang tua yang terus belajar untuk hadir, mendengar, bertumbuh, dan menginspirasi.”

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Ukrida berharap semakin banyak keluarga mampu membangun komunikasi yang sehat dan relasi yang hangat di tengah tantangan era digital. Sejalan dengan semangat Blessed to be a Blessing, Fakultas Psikologi Ukrida terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset yang relevan, aplikatif, dan berdampak, sebagai wujud nyata komitmen Lead to Impact.

 

 Elma Vandriyana Ora - Unit Marketing