Apakah Ketenangan Keluarga Sebenarnya Ilusi Untuk Menutupi Pergumulan Emosional?
Dalam program Keluarga Bercerita Episode 14 Part 2, Dr. Yasinta Astin Sokang, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UKRIDA, mengupas realitas pergumulan keluarga yang sering kali tidak terlihat dari luar.
Keluarga sering kali tampak baik-baik saja dari luar, namun menyimpan pergumulan yang tidak terlihat. Mengangkat tema tersebut, dosen Program Studi Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Dr. Yasinta Astin Sokang, M.Psi., Psikolog, hadir sebagai narasumber dalam program Keluarga Bercerita Episode 14 Part 2 yang diselenggarakan oleh Focus on the Family Indonesia dengan judul “Kita Terlihat Baik-Baik Saja... TapiKenyataannya Tidak.”
Dalam perbincangan tersebut, Dr. Astin Sokang, Psikolog membahas fenomena silent battles atau pergumulan batin yang sering terjadi dalam relasi keluarga. Ia menjelaskan bahwa konflik tidak selalu muncul karena tidak adanya kasih, tetapi dapat dipengaruhi oleh luka emosional, pola komunikasi yang kurang sehat, serta kebutuhan emosional yang tidak tersampaikan.
Karena itu, komunikasi yang jujur dan kemampuan mendengarkan perlu dipahami sebagai keterampilan yang terus dilatih, bukan sekadar teori. Diskusi juga menyoroti meningkatnya fenomena self-diagnosis di tengah meluasnya informasi kesehatan mental. Dr. Astin Sokang, Psikolog mengajak masyarakat untuk tetap terbuka mencari informasi, namun tidak berhenti pada pelabelan diri. Ketika muncul kekhawatiran terhadap kondisi psikologis, konfirmasi kepada tenaga profesional menjadi langkah penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, Dr. Astin Sokang, Psikolog menekankan bahwa keluarga dapat menjadi tempat pemulihan ketika setiap anggota berani membuka diri, belajar mendengarkan tanpa menghakimi, serta menciptakan momen kebersamaan yang bermakna di tengah rutinitas dan distraksi teknologi.
Kehadiran Dr. Astin Sokang, Psikolog dalam program ini menjadi salah satu wujud semangat Fakultas Psikologi Ukrida, “Blessed to be a Blessing” yaitu menghadirkan ilmu psikologi yang tidak hanya memperkaya pemahaman, tetapi juga membantu keluarga Indonesia membangun relasi yang lebih sehat, bertumbuh, dan saling menguatkan.
Dr. Yasinta Astin Sokang, M.Psi., Psikolog - Fakultas Psikologi



