Glow Economy: Mengubah Passion Menjadi Aksi Nyata Bersama Para Beautypreneur Indonesia

Publish by Humas  |  25 Mei 2026  |  4

all

UKRIDA suksess berkolaborasi dengan Martha Tilaar Group dalam menyajikan  acara ini bertajuk “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead” yang diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UKRIDA pada 21 Mei 2026.

UKRIDA suksess berkolaborasi dengan Martha Tilaar Group dalam menyajikan rangkaian acara menarik guna mendorong Mahasiswa Ukrida menjadi Entrepreneur muda yang berintegritas. Acara ini bertajuk “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead” yang diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UKRIDA pada 21 Mei 2026.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UKRIDA, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari dr. Theresia Citraningtyas, MWH., Ph.D., Sp.KJ., selaku Wakil Rektor Bidang Mahasiswa, Alumni, Kerjasama, dan Kewirausahaan (WR III) UKRIDA. Setelah itu, rangkaian pembukaan ditutup dengan sesi penyerahan cendera mata kepada para narasumber.

Seminar ini turut dihadiri oleh Dra. Mina Sulastri Njotowidjojo, M.S. selaku Direktur Pelaksana YBPTK Krida Wacana, Dr. dr. Liem Jen Fuk, M.K.K., Sp.Ok. selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKRIDA, Dr. Diana Frederica, S.E., M.Ak., CFP®, CHCP-A selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA, serta para narasumber yaitu Dr. Kilala Tilaar selaku CEO Marta Tilaar Group, Priscilla Pangemanan selaku Founder SASC, Emyranza selaku CEO Smith, dan jajaran direksi serta manajemen Marta Tilaar Group.

Memasuki sesi utama, Dr. Kilala Tilaar selaku CEO Marta Tilaar Group membagikan perjalanan dan pengalamannya dalam membangun bisnis di industri kecantikan Indonesia. Dalam seminarnya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan tidak selalu berawal dari modal yang besar. "Modal nomor satu: berani bermimpi. Modal nomor dua: just do it. Nekat saja," ujar Dr. Kilala Tilaar. Melalui kisah perjalanan Marta Tilaar Group yang berawal dari sebuah salon sederhana berukuran 4x6 meter dengan satu pegawai, Dr. Kilala mengajak mahasiswa untuk berani memulai dan mengambil langkah pertama dalam mewujudkan ide mereka. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya inovasi di tengah persaingan industri yang semakin dinamis. Menurutnya, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar sebuah brand dapat terus relevan dan beradaptasi dengan perubahan pasar serta kebutuhan konsumen.

Selanjutnya seminar disambung oleh Sesi Emyranza ceo dan founder Smith. Emyranza menyampaikan bahwa Smith lahir bukan karena dirinya ingin membuat produk hair styling, tetapi karena ia mengalami sendiri masalah saat potong rambut dan sulit menemukan produk yang cocok untuk rambut pria Indonesia. Menurut Emyranza, mahasiswa memiliki modal yang sering tidak disadari: waktu, akses ke komunitas, dan kebebasan bereksperimen tanpa tekanan finansial besar. Emyranza menyampaikan bahwa "Produk pertama kalian harus jelek. Karena kalau jelek bisa diperbaiki. Tapi kalau tidak mulai-mulai, tidak ada yang bisa diperbaiki." 

Tidak kalah menarik sesi seminar dilanjutkan oleh Priscilla Pangemanan selaku Founder SASC yang menekankan bahwa produk kecantikan hanyalah sarana. Yang lebih penting adalah bagaimana bisnis tersebut bisa membuka kesempatan, pendidikan, dan kemandirian bagi banyak orang. "Beautypreneur masa kini tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa misi sosial." Ujarnya. Priscilla menunjukkan bahwa SASC tidak hanya menjual kosmetik, tetapi juga menjalankan program pemberdayaan perempuan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan komunitas.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif bersama ketiga narasumber yang dimoderatori oleh Vonny Rosemary. Para peserta berkesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai peluang dan tantangan dalam industri kecantikan serta dunia kewirausahaan. Setelah sesi diskusi selesai, acara ditutup oleh kedua pembawa acara, Sasa dan Seli, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, tamu undangan, dan peserta seminar.  Sebagai lanjutan acara, FEB UKRIDA bersama Martha Tilaar Group melalui PT Cedefindo menggelar sharing session beautypreneurship yang diikuti oleh 22 mahasiswa Manajemen untuk memperdalam pemahaman mengenai bisnis di industri kecantikan.

Melalui seminar Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead, UKRIDA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghubungkan dunia akademik dengan industri. Berbagai wawasan yang dibagikan oleh Dr. Kilala Tilaar, Priscilla Pangemanan, dan Emyranza menginspirasi mahasiswa untuk berani memulai, terus berinovasi, serta mengubah passion menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Angelicya Theophila Duarta - 712023016