Meningkatkan Kesiapsiagaan Klinis Mahasiswa: Pelatihan Basic Life Support (BLS) Berstandar American Heart Association (AHA) di UKRIDA
Program Studi Sarjana Kedokteran (PSKed) UKRIDA menyelenggarakan pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi 74 mahasiswa Program Pendidikan Dasar, yang difasilitasi oleh instruktur bersertifikat dari International Training Center (ITC) American Heart Association (AHA) UKRIDA.
Program Studi Sarjana Kedokteran (PSKed) Universitas Kristen Krida Wacana menyelenggarakan pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi mahasiswa Program Pendidikan Dasar yang diikuti oleh 74 peserta. Kegiatan ini difasilitasi oleh instruktur bersertifikat dari International Training Center (ITC) American Heart Association (AHA) UKRIDA.
Kegawatdaruratan medis, khususnya henti jantung, merupakan kondisi yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terstandar guna meningkatkan peluang keselamatan pasien. Oleh karena itu, kompetensi Basic Life Support (BLS) menjadi keterampilan dasar yang penting dimiliki oleh mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan. Tindakan resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation/CPR) yang dilakukan secara efektif dalam menit-menit awal terbukti berperan dalam meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien.
Sebagai bagian dari komitmen dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Ukrida menyelenggarakan pelatihan BLS pada 6-8 April 2026 di Ruang Pelatihan Ukrida Medical Training Center (UMTC) Lantai 2, Gedung B FKIK Ukrida. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung yang terstruktur, meliputi sesi teori, demonstrasi keterampilan, serta praktik menggunakan manekin sesuai standar internasional American Heart Association.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan, sekaligus mempersiapkan mereka sebelum memasuki tahap Program Pendidikan Profesi Dokter. Selama pelatihan, peserta mempelajari penanganan kegawatdaruratan pada berbagai kelompok usia, yaitu bayi, anak, dan dewasa, yang mencakup penilaian awal korban, teknik CPR, penggunaan automated external defibrillator (AED), serta simulasi penanganan henti jantung dalam berbagai skenario, termasuk penanganan tersedak (choking management).
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan rasio instruktur dan peserta yang mendukung optimalisasi praktik. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, baik dalam praktik maupun diskusi. Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Dengan pelatihan yang terstandar dan berkelanjutan, lulusan Kedokteran UKRIDA diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan berkualitas, sehingga berkontribusi dalam peningkatan keselamatan pasien di masa mendatang.
Stepanus Maman Hermawan - Program Studi Pendidikan Profesi Ners (S1 & Profesi Keperawatan)



