Seminar Nasional UKRIDA: Bedah Transformasi Bisnis dan Teknologi di Industri Pertambangan Modern

Publish by Humas  |  13 Maret 2026  |  92

all informatika teknik-industri teknik-elektro teknik-sipil sistem-informasi manajemen akuntansi

FEB & FTC UKRIDA menyelenggarakan Seminar Nasional 2026 bertajuk “Sustainable Mining: Strategi Transformasi Bisnis dan Teknologi di Era Pertambangan Modern” pada Jumat, 13 Maret 2026, di Auditorium Kampus II UKRIDA

Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA)melalui Fakultas Ekonomidan Bisnis serta Fakultas Teknologi Cerdas menggelar Seminar Nasional bertajuk “Sustainable Mining: Strategi Transformasi Bisnis dan Teknologi di Era Pertambangan Modern” pada Jumat, 13 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus II UKRIDA ini menghadirkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, sebagai pembicara utama.

Rektor UKRIDA, Herman Parung (Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, M.Eng., IPU, ASEAN Eng.), dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri pertambangan. Ia berharap seminar ini mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pertambangan modern yang berkelanjutan dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

“Seminar ini kiranya dapat membuka mata kita bahwa sektor pertambangan dapat dijalankan secara berkelanjutan serta memberi manfaat bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami proses industri pertambangan modern di Indonesia,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan yag dimoderatori oleh Dr. Eka Desy Purnama, Associate Profesor FEB Ukrida, Tony Wenas, menjelaskan bahwa tembaga menjadipilar peradaban manusiasejak

10.000 SM. Di era modern, perantembaga semakin strategissebagai “logam masa depan” dalam transisi energi terbarukan. Penggunaan tembaga pada teknologi kendaraan listrik bahkan mencapai empat kali lipat lebih banyak dibandingkan kendaraan konvensional, selain menjadi komponen utama pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari hampir semua perangkat modern mengandung tembaga, mulaidari jam tangan,laptop, kendaraan, hinggaberbagai peralatan elektronik lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tembaga memiliki peran vital dalam mendukung perkembangan teknologi dan kehidupan manusia.

“Indonesia sangatberuntung memiliki cadanganmineral melimpah. PT Freeport Indonesia, yang sejak tahun 2018 mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, terus berkomitmen memberikan dampak ekonomi nyata melalui penciptaan lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan dan memberikan kontribusi signifikan tehadap PDB nasional maupun daerah, khususnya di Papua,” ujar Tony Wenas.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia diproyeksikan menjadi produsen katoda tembaga terbesar kelima di dunia dengan estimasi produksi mencapai 1,1 juta ton. Transformasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka peluang pengembangan sumber daya manusia yang luas, termasuk melalui program magang bagi mahasiswa.

Seminar yang dihadiri lebih dari 400 peserta mahasiswa dan dosen ini berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai masa depan industri dan teknologi pertambangan. Sebagai penutup yang berkesan, Tony Wenas yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), memberikan kejutan dengan penampilan musik membawakan lagu “Give Thanks” sambil memainkan keyboard, yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

Melalui seminar ini, UKRIDA berkomitmen untuk terus membekali sivitas akademika dengan pemahaman strategis mengenai sektor industri yang berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi masa depan.

 

Vanesa Jeanne - 7120223013

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait