×
UKRIDA Virtual

Membangun Kesadaran Orang Tua Melindungi Remaja dari Jeratan Child Grooming

Publish by Humas  |  03 Maret 2026  |  290

all

Psikologi UKRIDA menyelenggarakan kegiatan pengasuhan bagi para orang tua siswa SMP dan SMA Kristen Eben Haezar pada 23 dan 30 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini mengusung tema "Aman dan Nyaman: Mengenali dan Menjaga Remaja dari Predator Online."

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan dua kegiatan edukasi pengasuhan bagi orang tua siswa SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado pada Januari 2026. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 23 Januari 2026 untuk orang tua siswa SMP, dan kegiatan kedua pada 30 Januari 2026 untuk orang tua siswa SMA. Kedua kegiatan tersebut mengusung tema yang sama, yaitu “Aman dan Nyaman: Mengenali dan Menjaga Remaja dari Predator Online”, dan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom

Meskipun dilaksanakan secara online, partisipasi peserta tetap tinggi. Para orang tua siswa SMP dan SMA mengikuti kegiatan ini secara kolektif dari aula utama sekolah, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat peran pengasuhan di tengah tantangan era digital. 

Kegiatan ini dipandu secara komprehensif oleh William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UKRIDA sekaligus praktisi aktif sebagai konselor, peneliti, dan narasumber di bidang psikologi terapan serta pengembangan kepemimpinan. Sebagai lulusan Program Doktor (S3) di bidang Psikologi Karier dari School of Applied Psychology, Griffith University, Gold Coast, Australia, beliau menghadirkan perspektif berbasis riset dalam membedah isu krusial mengenai child grooming. Dalam kedua sesi tersebut, materi tidak hanya dipaparkan secara konseptual, tetapi juga dilengkapi dengan strategi preventif yang aplikatif agar orang tua mampu mengidentifikasi tanda-tanda manipulasi relasi serta melakukan langkah perlindungan yang tepat.

Di awal sesi, William memperkenalkan profil dirinya kepada seluruh peserta dan memetakan konteks tantangan pengasuhan remaja di era digital. Peserta diajak memahami perubahan pola interaksi sosial anak dan remaja yang kini semakin terhubung dengan ruang virtual, termasuk potensi risiko yang menyertainya. Melalui pemaparan studi kasus dan ilustrasi dinamika relasi daring, para orang tua siswa SMP dan SMA dipandu untuk mengenali pola child grooming, termasuk tahapan manipulasi yang umumnya dilakukan pelaku mulai dari membangun kedekatan emosional, menciptakan ketergantungan, hingga melakukan eksploitasi secara bertahap.

Memasuki materi inti, peserta disuguhkan data komprehensif mengenai tingkat penggunaan internet pada anak dan remaja yang dibandingkan dengan statistik prevalensi eksploitasi seksual di ranah digital. William menekankan fakta yang mengkhawatirkan bahwa secara statistik, dari setiap 50 siswa SMA, terdapat satu anak yang berpotensi mengalami ancaman atau pengalaman berbahaya secara daring. Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa dalam banyak kasus, anak mengalami hambatan psikologis seperti rasa takut, malu, atau kebingungan, sehingga cenderung tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua.

Penjelasan mengenai teori child grooming dipaparkan secara sistematis dengan pendekatan psikologi perkembangan remaja. William menguraikan faktor-faktor yang meningkatkan kerentanan siswa SMP dan SMA terhadap eksploitasi digital, antara lain: kebutuhan akan identitas dan rasa memiliki (belongingness), sensitivitas terhadap perhatian sosial sebagai bentuk reward, kecenderungan impulsivitas pada fase perkembangan tertentu, serta hadirnya ruang intimasi digital yang memungkinkan komunikasi privat tanpa pengawasan. Kombinasi faktor tersebut menciptakan kondisi yang memudahkan pelaku membangun relasi manipulatif yang tampak penuh perhatian, namun berujung pada eksploitasi.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan dampak nyata melalui edukasi preventif, kegiatan ini tidak berhenti pada pemaparan teori semata. Fakultas Psikologi UKRIDA menggandeng SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado dalam kolaborasi strategis yang berfokus pada penguatan kepemimpinan keluarga yang stabil secara emosional. Melalui program edukasi pengasuhan “Aman & Nyaman”, orang tua siswa SMP dan SMA dibekali pemahaman, sensitivitas, serta keterampilan komunikasi terbuka sebagai benteng utama perlindungan anak dari ancaman digital seperti child grooming.

Inisiatif ini merefleksikan komitmen UKRIDA dalam mewujudkan nilai blessed to be a blessing dan Lead to Impact melalui kontribusi nyata bagi keluarga dan komunitas pendidikan.

 

Jonathan Nathanael Aprillio Smith - 502024028

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait