Membangun Kesadaran Orang Tua Melindungi Remaja dari Jeratan Child Grooming

Publish by Humas  |  03 Maret 2026  |  11

all

Psikologi UKRIDA menyelenggarakan kegiatan pengasuhan bagi para orang tua siswa SMA Kristen Eben Haezar pada 30 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini mengusung tema “Aman dan Nyaman: Mengenali dan Menjaga Remaja dari Predator Online” 

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan kegiatan pengasuhan bagi para orang tua siswa SMA Kristen Eben Haezar pada 30 Januari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Aman dan Nyaman: Mengenali dan Menjaga Remaja dari Predator Online”  ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Meskipun diselenggarakan secara online, antusiasme peserta tetap tinggi; sekitar 500 orang tua memenuhi aula utama SMA Kristen Eben Haezar Manado untuk mengikuti kegiatan tersebut secara bersama-sama.

Kegiatan edukasi pengasuhan bagi orang tua ini dipandu secara komprehensif oleh William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., seorang akademisi yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UKRIDA sekaligus praktisi yang aktif sebagai konselor, peneliti, dan narasumber di bidang psikologi terapan serta pengembangan kepemimpinan. Dengan bekal keilmuan yang mumpuni sebagai lulusan Program Doktor (S3) di bidang Psikologi Karir dari School of Applied Psychology, Griffith University, Gold Coast, Australia, beliau membawa perspektif mendalam dan berbasis riset dalam membedah isu krusial mengenai Child Grooming. Melalui sesi ini, William tidak hanya memaparkan materi secara teoritis, tetapi juga memberikan wawasan strategis kepada para orang tua agar lebih waspada dan mampu melakukan langkah-langkah preventif dalam melindungi anak-anak mereka dari praktik manipulasi dan eksploitasi tersebut.

Mengawali sesi pertemuan tersebut, William memperkenalkan profil dirinya kepada seluruh peserta sebelum akhirnya mengajak mereka untuk mendalami dinamika konflik secara lebih luas melalui referensi buku berjudul Broken Strings. Melalui pembedahan isi buku tersebut, para peserta dipandu untuk menelusuri dan mengenali lebih mendalam fenomena Child Grooming, termasuk memahami langkah demi langkah bagaimana proses manipulasi tersebut biasanya terjadi pada anak-anak.

Saat beralih ke pembahasan materi inti, para peserta disuguhkan penyajian data komprehensif mengenai tingkat penggunaan internet pada anak-anak yang dibandingkan dengan statistik prevalensi eksploitasi seksual di dunia maya. Berdasarkan paparan data tersebut, William memberikan penekanan khusus pada fakta yang mengkhawatirkan: secara statistik, dari setiap 50 siswa SMA, terdapat satu anak yang berpotensi mengalami ancaman atau pengalaman berbahaya secara daring. Lebih jauh lagi, William mengingatkan para orang tua bahwa dalam situasi tersebut, anak cenderung memiliki hambatan psikologis sehingga kemungkinan besar tidak akan segera melaporkan atau menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua mereka.

Penjelasan mengenai teori child grooming dipaparkan secara sistematis oleh William melalui pendekatan psikologi perkembangan remaja fase lanjut guna membedah alasan mendasar di balik tingginya kerentanan siswa SMA terhadap praktik eksploitasi tersebut. Berdasarkan beberapa teori psikologi, William mengidentifikasi empat faktor yang memengaruhi kerentanan ini: dimulai dari pencarian identitas dan belonging sebagai kebutuhan dasar remaja, yang kemudian bersinggungan dengan mekanisme sensasi dan reward pada otak yang cenderung impulsif terhadap perhatian. Kondisi ini semakin kompleks di tengah ruang intimasi digital yang memfasilitasi komunikasi privat tanpa pengawasan, sehingga memudahkan pelaku dalam melancarkan manipulasi relasi melalui eksploitasi yang dibungkus dengan perhatian yang palsu.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan dampak nyata melalui edukasi preventif, kegiatan ini tidak berhenti pada pemaparan teori semata, tetapi juga diwujudkan dalam kolaborasi strategis lintas institusi. Fakultas Psikologi UKRIDA mewujudkan semangat blessed to be a blessing dan Lead to Impact dengan menggandeng SMA Kristen Eben Haezar Manado dalam program edukasi pengasuhan "Aman & Nyaman". Inisiatif ini berfokus pada penguatan kepemimpinan keluarga yang stabil secara emosional demi melindungi anak dari ancaman digital seperti child grooming. Mengingat data menunjukkan tingginya risiko pengalaman berbahaya di internet yang sering disembunyikan anak, program ini membekali orang tua agar lebih peka dan responsif dalam membangun komunikasi terbuka sebagai benteng perlindungan anak yang berkelanjutan.

 

Jonathan Nathanael Aprillio Smith - 502024028