Mengelola Perbedaan, Menguatkan Pelayanan: Pembinaan Aktivis dan Penatua GKI Kranggan Bersama Fakultas Psikologi UKRIDA

Publish by Humas  |  26 Februari 2026  |  8

all psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pembinaan aktivis dan penatua GKI Kranggan yang diselenggarakan pada 21 Februari 2026 di Wisma Kinasih, Depok. 

kultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pembinaan aktivis dan penatua GKI Kranggan yang diselenggarakan pada 21 Februari 2026 di Wisma Kinasih, Depok. Sejak pagi hari, aula utama telah dipenuhi oleh 124 peserta dari berbagai bidang pelayanan gereja, dengan rentang usia yang beragam, mulai dari remaja hingga lansia, yang hadir dengan semangat untuk berproses bersama.

Pembinaan ini dipandu oleh William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., Dekan Fakultas Psikologi UKRIDA, yang aktif sebagai konselor, peneliti, dan narasumber dalam bidang psikologi terapan serta pengembangan kepemimpinan. Ia merupakan lulusan Program Doktor (S-3) di bidang Psikologi Karier dari School of Applied Psychology, Griffith University, Gold Coast, Australia. Dalam kegiatan ini, William menghadirkan pendekatan integratif antara psikologi dan refleksi spiritual untuk membantu peserta memahami dinamika konflik dalam pelayanan. Ia didampingi oleh Asisten Peneliti dari Center for Career Development & Assessment (CCDA), Jonathan Hasiholan Hutagalung, mahasiswa Psikologi angkatan 2023.

Mengawali sesi, William mengajak peserta menelusuri dinamika konflik melalui refleksi kisah dalam Alkitab tentang konflik antara Barnabas dan Paulus. Peserta diajak melihat bahwa konflik dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan pendewasaan kepemimpinan ketika disikapi dengan hikmat. Untuk membangun suasana hangat dalam nuansa Imlek yang masih terasa, William juga menyiapkan angpao berisi hadiah sederhana bagi peserta yang aktif merespons pertanyaan. Interaksi ini menciptakan atmosfer yang partisipatif dan penuh antusiasme.

Memasuki materi utama bertajuk “Konflik karena Perbedaan Kepribadian”, peserta diajak memahami akar konflik dari perspektif psikologi kepribadian. William menekankan bahwa perbedaan gaya komunikasi, pola pengambilan keputusan, serta kebutuhan psikologis sering kali menjadi sumber gesekan dalam tim pelayanan. “Konflik sering kali bukan tentang siapa yang salah, melainkan tentang bagaimana perbedaan itu tidak dipahami,” ujarnya.

Penjelasan mengenai teori temperamen kemudian dipaparkan secara sistematis dengan menggunakan analogi hewan untuk memudahkan pemahaman. Tipe kolerik dianalogikan dengan singa yang tegas dan berorientasi pada hasil. Tipe sanguinis dianalogikan dengan simpanse yang ekspresif dan komunikatif. Tipe flegmatis dianalogikan dengan anjing yang setia dan mengutamakan keharmonisan. Sementara itu, tipe melankolis dianalogikan dengan lumba-lumba yang sensitif, reflektif, dan cermat terhadap detail. Melalui pendekatan ini, peserta lebih mudah mengenali kecenderungan diri sekaligus memahami karakter rekan pelayanan secara lebih objektif dan apresiatif.

Kegiatan dilanjutkan dengan tes temperamen yang membantu peserta mengidentifikasi profil pribadi, potensi kekuatan, serta area pengembangan diri dalam kerja tim. Diskusi yang berlangsung menunjukkan keterlibatan aktif dan refleksi yang mendalam dari para peserta.

Selaras dengan semangat blessed to be a blessing dan Lead to Impact, Fakultas Psikologi UKRIDA mendampingi gereja untuk membangun kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara emosional dan relasional. Dengan demikian, perbedaan tidak lagi dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai potensi sinergi yang memperkaya pelayanan serta membentuk ekosistem kepemimpinan yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan.

 

Jonathan Hasiholan Hutagalung - 502023075

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait