Obesitas dan Aesthetic Aging di Era Metabolik
Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan webinar nasional secara daring melalui Zoom Meeting pada 18 Januari 2026, pukul 08.00–13.00 WIB, dengan tema “Integrative Perspectives on Obesity and Aesthetic Aging in the Metabolic Era.”
Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) menyelenggarakan webinar nasional secara daring melalui Zoom Meeting pada 18 Januari 2026, pukul 08.00–13.00 WIB, dengan tema “Integrative Perspectives on Obesity and Aesthetic Aging in the Metabolic Era.” Kegiatan ini menjadi wadah ilmiah untuk membahas isu obesitas, penuaan, dan estetika dari perspektif multidisiplin kedokteran.
Webinar dibuka dengan sambutan dari Dr. Herjanto Kurnia, M.A., selaku Ketua Perdaweri Jawa Barat, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Perdaweri Jawa Barat, FKIK BKPTKI, dan LPPM UKRIDA. Kolaborasi ini dinilai penting dalam pengembangan ilmu kesehatan dan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada integritas serta jiwa pelayanan kepada masyarakat.
Perkembangan ilmu kedokteran di era metabolik menunjukkan bahwa obesitas tidak hanya berdampak pada kesehatan sistemik, tetapi juga berperan signifikan dalam proses penuaan dan aspek estetika. Webinar ini menekankan pentingnya pendekatan integratif terhadap obesitas dan aesthetic aging melalui berbagai perspektif lintas disiplin.
Dr. Ronald Winardi Kartika, Sp.BTKV., Subsp. VE (K), dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKRIDA, menyampaikan materi “Revolutionizing Varicose Vein Care.” Ia menekankan bahwa gangguan vaskular seperti varises berkaitan erat dengan faktor gaya hidup dan aspek estetika, khususnya pada perempuan. Ia juga memaparkan kemajuan terapi varises melalui prosedur invasif minimal seperti EVLA, RFA, MOCA, dan VenaSeal, yang terbukti efektif dalam menutup vena inkompeten dengan waktu pemulihan lebih cepat serta hasil estetika yang lebih baik dibandingkan metode bedah konvensional.
Selanjutnya, Dr. Ivan Andre Hartono, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra Surabaya, membahas “Clinical Weight Loss Optimization” dengan menempatkan obesitas sebagai penyakit metabolik kronis. Ia menjelaskan peran hormon pengatur nafsu makan seperti leptin, insulin, dan GLP-1, serta pendekatan terapi yang meliputi modifikasi gaya hidup, diet rendah energi, diet rendah karbohidrat, farmakoterapi, hingga bedah bariatrik. Obesitas dipandang sebagai kondisi yang memengaruhi komposisi tubuh, proses penuaan, dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Pendekatan bedah rekonstruktif dipaparkan oleh Dr. Rosalyn D. Santoso, Sp.B.P.R.E., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, melalui topik “Comprehensive Management of the Massive Weight Loss Patient.” Ia menyoroti deformitas jaringan pasca massive weight loss, seperti hanging panniculus dan ptosis jaringan, yang berdampak tidak hanya pada aspek estetika, tetapi juga fungsi serta kondisi psikologis pasien. Body contouring diposisikan sebagai upaya pemulihan fungsi dan peningkatan kualitas hidup.
Aspek hormonal pada pria obesitas dibahas oleh Dr. Hudi Winarso, Sp.And., Subsp. SAAM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, dalam materi “Metabolic Masculinity in Obesity.” Ia menjelaskan peran jaringan adiposa viseral sebagai organ endokrin aktif yang berkontribusi terhadap hipogonadisme, penurunan kadar testosteron, serta gangguan kesehatan seksual. Intervensi hormonal dinilai penting dalam menjaga kesehatan metabolik dan mendukung proses penuaan yang sehat pada pria.
Dampak gaya hidup digital terhadap kesehatan dan estetika mata disampaikan oleh Dr. Nicholastri F. N. Tambunan, Sp.M, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra Surabaya, melalui topik “Digital Eye Strain.” Computer Vision Syndrome dijelaskan sebagai kondisi umum akibat paparan layar digital berlebihan yang memengaruhi kenyamanan visual dan penampilan.
Sebagai penutup sesi ilmiah, Endah Kristiani, Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Cerdas (FTC), memaparkan topik “Precision Facial Symmetry” dengan pemanfaatan kecerdasan buatan melalui aplikasi Dynaface. Teknologi ini memungkinkan analisis simetri wajah secara objektif dan kuantitatif, sehingga menjembatani aspek seni dan sains dalam praktik estetika medis.
Secara keseluruhan, webinar ini menegaskan bahwa obesitas dan aesthetic aging merupakan isu multidimensi yang memerlukan pendekatan integratif, kolaboratif, dan berbasis bukti ilmiah guna mencapai luaran optimal dalam aspek kesehatan, fungsi, dan estetika. Melalui kegiatan ini, UKRIDA menegaskan komitmennya dalam mendorong diskusi ilmiah yang komprehensif serta memperkuat kualitas layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan kolaborasi akademik berkelanjutan sebagai wujud nyata Lead to Impact.
Theresia Selli



