Mahasiswa Keperawatan dan Optometri Ukrida Asah Bahasa Inggris Akademik lewat Pameran Poster
all fakultas-kedokteran-dan-ilmu-kesehatan
Mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Optometri Ukrida mengasah kemampuan bahasa Inggris akademik melalui pameran poster mini
JAKARTA - Bagaimana menjelaskan data dalam bahasa Inggris, menyampaikan sebuah gagasan di depan dosen dan teman, sekaligus menerima masukan untuk menyempurnakan rencana proyek? Pengalaman tersebut dijalani oleh 34 mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Optometri Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) angkatan 2025 melalui pameran mini-project plan mata kuliah English for Academic Purposes (EAP), Jumat, 16 Oktober 2026, di Kampus 1 Ukrida, Jakarta Barat.
Pameran poster ini merupakan bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) EAP. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menggunakan data pilot sederhana yang telah mereka kumpulkan sebelumnya untuk mengidentifikasi suatu masalah atau kebutuhan, menjelaskan temuan utama, dan mengembangkan rencana mini-proyek yang aman dan realistis.
Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan menulis. Mahasiswa juga harus menjelaskan poster mereka dalam bahasa Inggris, menjawab pertanyaan secara langsung, dan menunjukkan hubungan antara data, temuan, kebutuhan, serta proyek yang mereka usulkan.
Selama gallery walk, mahasiswa berkeliling melihat berbagai poster teman sekelas, bertukar pertanyaan, dan memberikan masukan. Pada saat yang sama, setiap presenter mendapat giliran untuk menjelaskan proyeknya kepada dosen melalui presentasi singkat dan sesi tanya jawab. Topik yang diangkat cukup beragam, mulai dari rheumatoid arthritis awareness, aturan 20-20-20 untuk mengistirahatkan mata, digital eye strain and eye-rest habits, kebiasaan mencuci tangan, hingga edukasi mengenai tanda dan gejala diabetes mellitus.
Secara umum, poster memuat data pilot, temuan utama, masalah atau kebutuhan yang diidentifikasi, target audiens, tujuan proyek, bentuk kegiatan atau produk yang akan dibuat, serta hasil yang diharapkan. Mahasiswa juga diminta mempertimbangkan sumber informasi, kelayakan proyek, keamanan, dan langkah selanjutnya.
Saat mengunjungi poster mahasiswa, Dr. Ira Rasikawati mengingatkan pentingnya menggunakan sumber tepercaya dan menyusun expected result yang konkret. Ia juga menekankan bahwa klaim kesehatan harus sesuai dengan data dan sumber yang digunakan. Mahasiswa diarahkan untuk tidak menggunakan hasil survei sederhana sebagai dasar untuk melakukan self-diagnosis dan tetap menyarankan konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Salah satu presenter, Alesia, mahasiswa Program Studi Keperawatan angkatan 2025, mengangkat topik hand hygiene. Berdasarkan data pilotnya, ia menyoroti pentingnya mengetahui cara dan durasi mencuci tangan yang tepat, kemudian mengusulkan materi edukasi bagi mahasiswa Ukrida.
“So the purpose of this poster is to let students know how to wash their hands correctly and how long they should wash their hands,” jelas Alesia.
Pada akhir kegiatan, Dr. Ira mengapresiasi keberanian mahasiswa menggunakan bahasa Inggris secara langsung selama pameran. “So, all of you could speak in English. I’m proud of you,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kelancaran berbicara tidak muncul secara instan, tetapi berkembang melalui latihan. “That means that with practice, you can actually speak in English. The more practice you have, the more spontaneous you will become when responding to people.”
Melalui pameran ini, mata kuliah EAP memberi ruang bagi mahasiswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi akademik yang nyata: membaca data, menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan, dan belajar dari sudut pandang orang lain. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa tidak hanya terlihat dari kelancaran berbicara, tetapi juga dari kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas dan terbuka terhadap masukan.
Deborah Vemi - 712023011